Assalamu'alaikum Wr.Wb
sahabat yang saya banggakan.dalam dunia ayam broiler,selain kita mengoptimalkan bobot ayam agar cepat besar,kita tentunya sering mengeluh dengan bermacam macam penyakit yang sering menyerang ayam.untuk peternak awam biasanya akan kebingungan harus bagaimana cara mengidentifikasi suatu penyakit.Sahabat" ku yang sukses,kali ini saya akan membahas beberapa masalah penyakit yang sering terjadi pada ayam kita.khusunya di Indonesia yg iklimnya tropis.
Sebenarnya,menurut pengelompokannya penyakit ayam broiler itu ada 3 macam:
1.PERNAFASAN
2.PENCERNAAN
3.DLL.(JAMUR,PARASPENCEIT,ATAU SERANGGGA LAINNYA)
berikut macam penyakit dari yang lama ataupun yang baru ditemukan.
PENYAKIT PADA BROILER
1.INFEKSI JAMUR (Candida dan Aspergillus)
2.INFEKSI CRD & E. COLI
3.HIDROPERICARDIUM HEPATITIS
4.INFEKSIUS BURSAL DISEASE / GUMBORO
5.NEWCASTLE DISEASE
6.LEUKOSITOZOONOSIS
7.RUNTING & STUNTING SYNDROME
8.ASCITES
9.KOKSIDIOSIS
10.NEKROTIK ENTERITIS
10.NEKROTIK ENTERITIS
1. "INFEKSI JAMUR"
vPenyakit ini biasanya menyerang pada saluran pencernaan dari ayam, kalkun, burung dan mamalia, dengan karakteristik penebalan dan plak putih pada mukosa khususnya pada tembolok tapi kadang juga bisa pada proventrikulus, usus dan kloaka yang kadang berhubungan juga dengan keropengnya ampela / gizzard erosion.
vJamur ini resisten terhadap beberapa jenis desinfektan.
vPenyebab penyakit jamur ini adalah jamur Aspergillus fumigatus.
vOrganisme ini umumnya hidup di lingkungan peternakan, dimana jamur ini dapat hidup pada permukaan litter dan pakan ternak yang kondisinya lembab atau kayu-kayu yang lapuk bahkan material apa saja yang memungkinkan jamur ini tumbuh.
vKadang-kadang lesi pada kantung hawa seperti lesi bila ayam terkena infeksi sinus (sinusitis) atau Chronic Respiratory Disease (CRD).
"PENGENDALIAN"
vPengobatan, Nystatin (100 ppm dalam campuran pakan) selama 7-10 hari, Kupri sulfat (1 kg / ton pakan) selama 5 hari, atau Kupri sulfat 1gm / 2 liter air minum selama 3 hari pemberian
vPencegahan, hindari penggunaan antibiotik secara berlebihan dan stresor lainnya. Pastikan tingkat higienis yang baik misalnya pemberian pakan dengan campuran asam propionat (sodium atau kalsium propionat) 1 kg / ton pakan secara kontinyu. Bisa juga dengan menggunakan kupri sulfat powder dengan dosis 200 gr / ton pakan yang digunakan secara kontinyu sampai usia 14 – 16 minggu (selama pullet )
vKontrol Candida dan Aspergillus melalui pengobatan air minum kadang merupakan suatu pencegahan yang praktis (misalnya dengan sodium hypochlorite) dengan dosis 5 ppm, atau 2 ml Septocid / 5 liter air minum setiap hari. Kejadian ayam terinfeksi jamur bisa terjadi berulang secara periodik, untuk itu sebaiknya menjaga agar ayam selalu mendapatkan air, dan pakan yang bersih dan segar tanpa terkontaminasi jamur.
2. CRD (Chronic Respiratory Disease)
•Chronic Respiratory Disease pada ayam disebabkan oleh Mycoplasma gallisepticum .
•Bersifat gram negatif, pleomorfik .
•Ayam yang telah sembuh akan bertindak sebagai pembawa penyakit .
•CRD dapat menyerang ayam pada semua umur .
•Angka kematian rendah, tetapi angka kesakitan tinggi .
•Menghambat pertumbuhan pada broiler .
•Pencegahan :
ØLakukan sanitasi kandang dan peralatan kandang dengan desinfektan Septocid, Biodes dan Glutamas
ØPerbaiki ventilasi
ØLaksanakan Strategi Medikasi Metafilaksis
•Pengobatan :
Beri anti stress dan antibiotik seperti : SUPRALIT+, DOXERIN +, Enromas / Masquin, TYLOMAS atau Oxypra -20 LA.
3.HIDROPERICARDIUM HEPATITIS
¢Penyakit ini pada umumnya menyerang ayam broiler yang berumur dibawah 6 minggu, karakteristik dari serangan penyakit ini adalah adanya kematian yang mendadak dengan tingkat kematian yang sangat tinggi pada kisaran angka 20% - 70 %.
¢Ayam yang terserang syndroma ini secara fisik tidak terlihat mengalami penurunan performa, dimana ayam terlihat sehat, pertumbuhan normal dan deplesi pada awalnya normal sebelum adanya kematian mendadak yang sangat tinggi.
¢Kematian yang terjadi dimulai pada saat ayam berumur 13 hari sesaat sebelum ayam diberikan vaksinasi Gumboro / Infectious Bursal Disease.
¢Kematian terjadi pada umumnya saat suhu lingkungan mulai dingin yaitu pada malam hari sampai dengan dinihari.
PATOLOGI
ØDitemukan perubahan organ dengan diawali adanya bercak darah / ptechiae pada otot paha dan dada yang kemudian hilang pada hari berikutnya (tanda ini seperti layaknya ayam yang terkena Gumboro)
ØKebengkakan jantung yang disertai hydro-pericardium yaitu adanya penumpukan cairan dalam kantung pembungkus jantung
ØGinjal membengkak dan pucat
ØLimpa dan Bursa Fabricius mengecil.
PENGENDALIAN
ØPenanganan untuk ayam yang terserang Hydro-pericardium Syndrome ini adalah dengan pemberian multivitamin setiap hari akan membantu menjaga stamina tubuh ayam tetap baik
ØTidak dianjurkan pemberian antibiotik karena akan memperberat kerja ginjal
ØTingkatkan sanitasi dengan spray areal dan ruang kandang dengan desinfektan yang peka untuk virus Adeno seperti desinfektan yang mengandung formaldehida dan Iodine
ØDianjurkan ayam-ayam yang terserang penyakit ini untuk dipanen pada usia muda, yaitu berat antara 0.8 kg – 1.2 kg agar tidak terlalu banyak mengalami kerugian, karena ayam yang terserang penyakit ini akan mengalami kematian setiap hari di atas normal.
PENANGANAN
ØPenanganan untuk ayam yang terserang Hydro-pericardium Syndrome ini adalah dengan pemberian multivitamin setiap hari akan membantu menjaga stamina tubuh ayam tetap baik
ØTidak dianjurkan pemberian antibiotik karena akan memperberat kerja ginjal
ØTingkatkan sanitasi dengan spray areal dan ruang kandang dengan desinfektan yang peka untuk virus Adeno seperti desinfektan yang mengandung formaldehida dan Iodine
ØDianjurkan ayam-ayam yang terserang penyakit ini untuk dipanen pada usia muda, yaitu berat antara 0.8 kg – 1.2 kg agar tidak terlalu banyak mengalami kerugian, karena ayam yang terserang penyakit ini akan mengalami kematian setiap hari di atas normal.
4.INFEKSIUS BURSAL DISEASE / GUMBORO
•Infectious Bursal Diseases = Gumboro,
Penyakit viral yang akut dan sangat menular terutama pada ayam muda usia 3 – 6 minggu, dengan target penyerangan jaringan lymphoid terutama Bursa Fabricius
•Penyebab Penyakit : Virus dari keluarga BIRNAVIRIDAE
•Kumbang kotoran / Alphitobius diaperinus / Franky dapat sebagai perantara
BERIKUT MACAM" JENIS VAKSIN YANG BIASA DIGUNAKAN:
Vaksin Gumboro :
1.Hipragumboro CH /80
2.Hipragumboro Gm/97
3.Hipragumboro I2
4.Hipragumboro BPL2
5.Sanavac IBD
Sanavac IBD +
Pasca Vaksinasi
Gumboro :
“ Piretamas “
Pasca Kasus Gumboro :
“ Hexamas “
KEKEBALAN
•Vaksin IBD inaktiv dan aktiv dari galur variant protektif thd infeksi oleh virus IBD standart maupun variant
•Vaksin IBD inaktiv dari galur standart tidak protektif thd uji tantang oleh virus IBD variant
•Ayam dewasa resisten thd virus/vaksin IBD oral, ttp akan timbul respon antibody bila diberikan secara IM/SC
•Mab à dapat melindungi anak ayam dan efek immunosupresif virus/vaksin.
•Mab à waktu paruh 3-5 hari
5.TETELO/ND(NEWCASTLE DISEASE)
•Nama lain : tetelo, cekak, Ranikhet, pseudovogelvest, pseudo fowl plaque atau avian pneumo encephalitis
•Penyakit infeksi menular yang masih sangat diperhitungkan, karena banyak menimbulkan kematian
•Penyakit telah menyebar hampir ke seluruh bagian dunia
•Penyakit menyerang ayam, kalkun, burung dara, puyuh, sangat jarang pada itik dan angsa
PENGENDALIAN
•Pencegahan :
ØVaksinasi ND dengan jenis vaksin yang sesuai dengan kebutuhannya apakah live atau killed
ØLakukan sistim “all in all out”
ØSanitasi, cuci dan semprot kandang, peralatan dan lingkungan dengan desinfektans yang tepat dan benar
•Pengobatan :
ØTidak ada pengobatan untuk penyakit ini
ØKurangi kematian lakukan revaksinasi dengan vaksin Clone
ØKurangi infeksi sekunder dengan pemberian antibiotika untuk pernapasan
6.LEUKOSITOZOONOSIS
•Leucocytozoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit darah Leucocytozoon sp, yang tergolong dalam family Plasmodiidae.
•Di lapangan kejadian kasus sering dikelirukan dengan malaria unggas oleh infeksi Plasmodium sp, karena memang masih satu family Plasmodiidae dan adanya kemiripan gejala klinis dari keduanya.
•Siklus hidup Leucocytozoon meliputi fertilisasi dan perkembangan seksual terjadi di dalam tubuh insekta, sedangkan multiplikasi aseksual terjadi di dalam sel-sel jaringan hospes, yaitu fase skisogoni pada paru-paru, hati, jantung, usus, limpa dan ginjal serta fase gametogoni terjadi di dalam eritrosit atau leukosit.
PENGENDALIAN
•Pengobatan terhadap kasus Leucocytozoonosis kadang tidak memberikan hasil yang memuaskan, memerlukan program pencegahan secara periodik dan tepat, disertai perbaikan managemen lingkungan. Dan lakukan pencegahan serta pengobatan secara terpadu
•Pada kasus akut dapat diberikan Sulfadimethoxine dengan kombinasi Pyrimethamin seperti LEUCOMAS dengan dosis 0,2 ml/kg BB (1ml / ltr) selama 5 hari.
•Sedangkan untuk kasus pada ayam broiler di daerah terinfeksi, pencegahan dapat dilakukan selama 14 hari per periode dengan LEUCOMAS dengan dosis 0,08 ml / kg BB (1ml /2.5 ltr).
7.RUNTING & STUNTING SYNDROME
•Definisi: Sekelompok ayam yang mengalami laju pertumbuhan yang kurang. Umumnya terjadi 5-40% dari populasi, pada usia 4-14 hari. Setelah pada awalnya tertekan, kemudian kembali normal, tetapi tetap lebih kecil dari yang normal. (Nick Dorko – Aviagen)
•Ada 3 (tiga) type RSS : # Type Enteric, # Type Pancreatic dan # Type Proventicular
PENGENDALIAN
•Ayam yang hanya mencapai 40% dari BW standar dipisahkan / diculling
•Lakukan desinfeksi area kandang secara rutin
•Ayam > 40% dari BW Standar dan Normal berikan minum + MASABRO /MASAMIK BRO CARMAVIT /HIPRAMIN – B /BIOMAS HERBAL
•Pakan sebaiknya tetap menggunakan pakan starter sampai panen
•Sebaiknya ayam dipanen antara 1.0 – 1,2 Kg
8.ASCITES/KEMBUNG
•Penyebab utama ascites masih banyak dipertentangkan, umumnya genetik ditengarai sebagai pemicu terjadinya ascites, walaupun pihak pembibitan menyatakan mereka telah mengembangkan genetik ayam yang tahan terhadap ascites. Kombinasi dari keadaan lingkungan (seperti temperatur udara, tinggi tempat, kepadatan populasi dan kualitas udara), nutrisi (meliputi jenis dan kandungan pakan), kebersihan / kesehatan / hygienis: pakan dan lingkungan serta genetik yang sangat berperanan dalam penyakit metabolisme ini.
GEJALA KLINIS
•Pertumbuhan ayam terhambat
•Perut membuncit ("waterbelly")
•Ayam mengalami sesak napas, terengah-engah (panting, yang sekaligus ada suara berdeguk)
•Bisa juga terlihat kulit, otot, jengger dan pial kebiruan (cyanosis)
PENGENDALIAN
# PENCEGAHAN :
ØPEMBATASAN PAKAN
•Bentuk Pakan , Tepung vs Butiran / Pellet
•Komposisi Pakan, program pengurangan nutrisi (kurangi kandungan energi)
•Program pencahayaan (< pada Closed House)
•Skip a day Feeding (pemuasaan pakan)
ØFAKTOR LINGKUNGAN
Suhu/temperatur; kualitas udara, debu, ammonia dan oksigen.
9.KOKSIDIOSIS
¢Koksidiosis sering juga disebut sebagai penyakit Berak darah ialah suatu penyakit parasiter yang disebabkan oleh koksidia famili Eimeriidae, dari genus Eimeria yang merupakan genus terpenting sebagai penyebab koksidiosis pada unggas.
¢Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama kematian dan pertumbuhan serta efisiensi konversi pakan yang suboptimal pada unggas muda, kecuali jika langkah-langkah pencegahan yang benar telah dilaksanakan.
¢Pada unggas parasit ini menyerang usus, kecuali pada angsa menyerang pada buah pinggangnya.
¢Koksidiosis juga merupakan salah satu penyakit pada ayam sebagai penyebab kerugian ekonomi besar pada industri peternakan, utamanya produksi ayam broiler komersil.
¢Ada kurang lebih 11 species dari koksidia yang dapat menyebabkan penyakit ini, dimana tingkat keparahan infeksi sangat bervariasi tergantung dari beberapa faktor yang mendukungnya.
PENYEBAB PENYAKIT
vPada ayam penyakit ini disebabkan oleh Eimeria tenella, E. necatrix, E. maxima, E. acervulina, E. brunetti, E. hagani, E. mitis, E. praecox, E. mivati, E, tyssarni, E. myonella, E. gallinae.
vAyam menjadi menderita sakit koksidiosis karena ayam tersebut tertelan oocyst infektif yaitu oocyst yang telah mengalami sporulasi.
vBentuk oocyst adalah bulat atau bulat telur / oval dengan ukuran berkisar antara 14-19 µ x 20-30 µ. Oocyst dapat bersporulasi tergantung pada pH, temperatur dan kelembaban.
vKoksidia ini terdapat di kandang yang dipakai untuk membesarkan, tetapi gejala klinis itu sendiri baru akan muncul apabila banyak koksidia yang tertelan oleh hewan rentan.
vBaik hewan yang terinfeksi maupun yang sembuh dari penyakit ini dapat mengeluarkan oocyst pada kotorannya.
FAKTOR PENDUKUNG PENYAKIT
¢Ada beberapa faktor yang dapat mendukung tertularnya ayam dengan koksidia, diantaranya adalah :
vKandungan air pada litter yang melebihi 30% karena masuknya air hujan atau kebocoran pada saluran air minum
vImmunosupresi seperti penyakit Marek’s, IBD dan mikotoksin
vPembubuhan obat antikoksidia yang suboptimal atau distribusi yang tidak merata (pencampuran yang buruk) pada pakan
vStres lingkungan dan manajemen seperti kepadatan ayam yang berlebihan, serta ventilasi udara yang tidak mencukupi (ruangan menjadi lembab).
PENGENALAN PENYAKIT
vGejala klinis yang disebabkan oleh parasit ini bervariasi tergantung atas umur dan spesies parasit yang menyerang.
vGejala umum diantaranya adalah napsu makan menurun, napsu minum meningkat, ayam menjadi kurus, bulu kusut, mata terpejam dan pucat.
vInfeksi oleh E. tenella pada umumnya berjalan akut, angka kesakitan berkisar antara 10%-40% dan angka kematian > 50%. Ayam menunjukkan berak darah mulai terlihat pada hari ke -4 atau ke-5 pasca infeksi. Ayam nampak lesu dengan sayap terkulai, bulunya kusut dan sering dikotori oleh darah. Perdarahan yang hebat terlihat pada hari ke-5 dan ke-6. Apabila ayam tadi tahan, dapat sembuh dan memperoleh kekebalan setelah hari ke-7 atau hari ke-9. Kematian-kematian biasanya terjadi pada hari ke-4 sampai ke-6 pasca infeksi.
PENCEGAHAN
PENCEGAHAN
vPemasangan dan pengaturan sistem pemberian air minum yang sesuai. Penggunaan nipple drinker (alat minum puting) mengurangi tumpahan air ke atas litter dibandingkan dengan bell drinker ataupun through drinker (alat minum terbuka)
vUntuk menghindari infeksi koksidia, pemeliharaan ayam dara petelur lebih baik bersistem panggung atau boks yang kemudian dipindah ke baterai grower dibandingkan bersistem postal. untuk menghindari infeksi koksidia
vTingkat ventilasi yang baik, agar lingkungan kandang tidak lembab
vPengaturan agar populasi ayam dalam kandang tidak terlalu padat
vPemberian antikoksidiostat sesuai dengan rekomendasi akan mencegah terjadinya ayam dari infeksi klinis
vVaksin antikoksidia cocok digunakan pada ayam pembibit dan petelur. Pendekatan ini berbiaya efektif, tetapi membutuhkan pengalaman dan kecakapan manajemen serta pemantauan, terutama jika vaksin digunakan dengan cara disemprotkan pada pakan.
PENGOBATAN
vPengobatan pada ayam yang terinfeksi dengan koksidia dapat dilakukan pada saat ayam sudah menunjukkan gejala klinis tetapi belum mengeluarkan faeces bercampur darah (belum ada berak darah) yaitu dengan penggunaan preparat obat yang mengandung Amprolium yang dikombinasikan dengan Sulfonamida seperti QUINOXAN, dengan pola pemberian 3 hari pemberian obat, 2 hari istirahat / air putih dan 3 hari pemberian obat (pemberian obat pola 3-2-3).
vAkan tetapi bila ayam yang terinfeksi sudah mengeluarkan kotoran yang bercampur darah (berak darah) pengobatan sebaiknya memakai preparat obat yang mengandung Diclazuril seperti COXYMAS, dengan durasi pemberian obat selama 2x24 jam dengan maksimal pengobatan 3x24 jam. Pemberian suplemen vitamin yang mengandung vitamin A dan K akan mempercepat proses penyembuhan mukosa usus yang terinfeksi.
10.NEKROTIK ENTERITIS
vBakteri penyebab nekrotik enteritis merupakan Clostridium perfringens tipe A dan Tipe C, dimana bakteri itu menghasilkan 5 tipe toxin (A-E).
vBakteri Clostridium perfringens ini juga menghasilkan spora yang sangat tahan terhadap kekeringan, panas, asam dan kondisi ekstrim lainnya.
vSpora-spora ini banyak ditemukan pada sumber air, tanah, makanan ternak, kotoran dan sumber-sumber lain di sekitar lingkungan.
PENGENDALIAN
•Pengobatan :
•Banyak preparat antibiotika yang dapat digunakan untuk mengobati ayam yang sudah terkena Nekrotik Enteritis seperti preparat dari kelompok Penicillin (MOXACOL +), kelompok Makrolida dan Tetracycline (TYLOMAS, DOXERIN +, TYLOFLOX).
•Berikan pengobatan minimal 3 hari pemberian dengan dosis sesuai petunjuknya, bila belum tuntas penuhkan hari pengobatan menjadi 5 hari pemberian.
•Perlu diingat bahwa segala upaya pencegahan dan pengobatan untuk Nekrotik Enteritis tidak akan berhasil dengan baik jika dilakukan tidak terpadu.
Oke sobat..mungkin itu dulu yang dapat saya sampaikan.lain waktu lanjut lagi..Wassalam Wr Wb
Penyakit ayam yang dijelaskan di atas memang sering ditemui oleh peternak. Pada kesempatan ini saya ingin menambahkan tentang Penyakit Kelumpuhan yang terjadi pada ayam dan bagaimana cara mengatasinya
BalasHapusSemoga menambah wawasan